Minggu, 14 Oktober 2012

Komitmen dalam Berwirausaha

A. MEMAHAMI KOMITMEN TINGGI

1. Faktor – Faktor Komtmen Tinggi

Dalam waktu yang terbatas, kita harus menghasilkan sesuatu dan dalam waktu yang pendek itu juga kita akan menerima kerugian.

Seorang wirausaha yang mempunyai komitmen tinggi adalah orang yang mentaati dan memenuh janjinya untuk memajukan usaha bisnisnya sampai berhasil.

Menunjukkan komitmen tinggi, bukan semata – mata membuat ide, melainkan terkait adanya factor-faktor pendudkung yang betul-betul memanfaatkan komitmen tingg. Faktor – factor tersebut antara lain :
a. Konsisten, tegas dan fair
b. Mercusuar
c. Konsentrasi pada manusia

2. Menerapkan Prlaku Tepat Waktu

Dalam waktu yang sangat pendek kita akan menemukan kemungkinan-kemungkinan untuk maju / mendapatkan suatu keberhasilan.
a. Tepat waktu merupakan organisas
b. Tepat waktu merupakan kekuasaan
c. Tepat waktu merupakan nila uang
d. Tepat waktu merupakan ukuran

Mereka yang dapat mengatur dan menggunakan waktu adalah mereka yang berhasil dlam berwirausha. Apa yang dapat kita kerjakan semalam harus kita lakukan sekarang dan jangan di tunggu sampi hari esok.

Waktu adalah sesuatu yang tidak dapat ditabung, semakin sore sungguh semakin kehilangan waktu, uang dapat dicari dan diperoleh kembali, tetapi waktu berlalu terus dan tidak dapat kembal lagi.

3. Menerapkan Prilaku Tepat Janji

Modal utama bagi para siswa di sekolah, yaitu kalau berkata harus jujur dan kalau berjanji dengan teman-teman harus di tepati, tepat janji merupakan sfat yang perlu di miliki oleh setiap siswa di sekolah karena sifat ini akan mendapat rasa keperccayaan.

Cir-ciri kepribadian seorang siswa sebagai calon wira usaha yaitu :

a. Bermoral tinggi dalam menepati janji
b. Bersikap mental tinggi dalam menempati janji
c. Terampill di dalam belajar dalam berusaha.

Penerapan tepat janji, pada siswa di lingkungan sekolah sebagai berikut :
a. Para siswa di biasakan sehari-harinya untuk menggunakan tepat janji.
b. Membiasakan mendidik diri sendiri dalam belajar.
c. Meningkatkan disiplin diri sendiri untuk membiasakan budaya menepati janji.

4. Penampilan

Jika di fokuskan kepada orangnya maka seorang wirausaha dimana saja dia berada, haruslah dapat menunjukan penampilan yang baik, sopan santun, mempunyai tata karma, mempunyai kejujuran dengan tujuan agar disenangi, dipercaya dan dsenangi.


Di dalam penampilannya seorang wirausaha, diharapkan :
a. Bermoral / berakhlaq baik dan jujur
b. Melaksanakan tata karma yang baik
c. Melaksanakan sopan santun
d. Memberi contoh suri teladan yang baik
e. Tolong menolong dengan sesama anggota masyarakat
f. Tenggang rasa dengan sesama anggota masyarakat
g. Melaksanakan norma-norma anggota masyrakat
h. Hormat menghormati sesama anggoata masyarakat
i. Berbusana yang sopan
j. Berbicara yang baik

Jika dii fokuskan pada mutu produknya, seorang wrausaha harus dapat menampilkan hasilnya dengan suatu gatra dan usaha – usaha untuk menentukan sejenis produk yang sesuai dengan keinginan para konsumen. Penampilan produk diharapkan dan dihadapkan pada 3 pilihan, yaitu : produk dan pelayanannya harus dapat menampilkan, dapat menciptakan suasana bisnis yang mennyenangkan. Seorang wira usaha yang baik selalu berserah diri dan tawakal kepada Allah, niscaya dalam usahanya akan berhasil.

Menampilkan produk juga dapat dipengaruhi oleh warnanya, mereknya dan bungkusnya. Didalam dunia usaha, penampilan bungkus produk turut ambil bagan untuk menentukan keberhaslan perusahaan.

Sekarang penampilan bungkus produk merupakan alat yang sangat ampuh untuk meningkatkan omzet penjualan.

Semua kesulitan dan gangguan itu kita kembalikan kepada kekuasaan tuhan, karena semuanya di anggap bareal dari tuhan juga.

Untuk mngatas bermacam cobaan, kita harus melatih ketabahan antara lan dengan memelhara pendirian bahwa kita harus sukses harus maju untuk mencapai tujuan.

Rajin, tekun, ulet, dan tabah belajar meskipun menghadapi cobaan dan godaan demi kesuksesan dalam berwira usaha.

Akan tetapi, tentu saja keuletan itu harus di tunjang oleh perjuangan, pengorban dan kepercayaan kepada diri sendri.

C. Disiplin

Disiplin berasal dari bahasa inggris “disciple” yang col pengkut atau murid. Perkataan disiplin mempunyai arti latihan dan kataan pada aturan.

Displin itu merupakan suatu karakter yang bersifat perseorangan dan datang dari diri sendiri. Disiplin terhadap diri sendiri tidak mungkin dimiliki hanya dengan cara memnta dan pelaksanaannya tdak begitu mudah.

Disiplin terhadap diri sendiri merupakan hasil dari kemauan dan memerlukan waktu yang cukup lama.

Kemauan kerja keras yang kita peroleh dari disiplin, akan melahirkan mental yang kuat dan tdak mudah menyerah walaupun dalam keadaan yang sulit. Disiplin diri sendiri memberikan kekuatan-kekuatan, yaitu :
1. Menolong kita untuk mengontrol sikap mental.
2. Menguasai keadaan penghdupan.
3. Mengatasi kegagalan, kemelaratan dan nasib buruk.
4. Membentuk pola pkr logs.
5. Mengamankan dari perasaan takut.
6. Mengontrol batin dan mengarahkannya pada tujuan
7. Mengembangkan kebasaan melalu rencana dan tujuan
8. Menentukan keberhasilan dalam memimpin.

Penerapan disiplin di lingkungan sekolah. Penerapan disiplin bagi siswa di lingkungan sekolah mempunyai makna mengajak untuk melakukan kebiasaan yang baik berdasarkan kesadaran diri siswa sendiri tanpa adanya paksaan.

Adapun konsep dasar penerapn disiplin para siswa di lingkungan sekolah ialah menyiapkan suasana belajar yang menyenangkan, berarti seorang pimpinan di sekolah dapat mengambil suatu tindakan kepada para siswa para guru, para pegawai yang melanggar peraturan disiplin di lngkungan sekolah.

Konsep-konsep penerapan dsiplin d lingkungan sekolah pada umumnya selalu memperhatkan :
1. Peraturan – peraturan yang jelas dan tegas, serta sangs-sangsi hukumnya.
2. Konsep disipln yang diterapkan phak sekolah harus masuk akal serta dapat d paham semua pihak.
3. Peraturan-peraturan yang akan di tentukan phak sekolah harus masuk akal serta dapat d pahami semua phak
4. Konsep disiplin yang dibuat sekolah adalah untuk kepentingan keadilan dan kesejahteraan bersama.
5. Konsep disiplin harus berisi bimbingan belajar, pendidkan dan dapat mencptakan klm belajar.
6. Konsep disiplin harus dapat memberikan motivasi belajar, bekerja, berkarya dan berpartisipasi.




Disiplin merupakan keta’atan dan kesetian di dalam melaksanakan tugas dan kewajiban.
1. Ada bimbingan kepada siswa, guru, pegawai, bagaimana untuk memenuhi ukuran pelaksanaan disiplin.
2. Tata aturan disiplin harus disepakati bersama serta dijalankan secara baik dan konsikuen.

Berdasarkan penjelaskan diatas, dapat disimpulkan bahwa pentingnya disiplin belajar, bekerja, berkarya dan berpartisipasi, yaitu sebagai berikut :
1. Menciptakan iklim belajar, bekerja, berkarya dan berpartisipan yang menyenangkan.
2. Meningkatkan prestasi belajar, bekerja, berkarya dan berpartisipasi.
3. Menghargai usaha-usaha secara aktif dan produktif
4. Adanya hormat menghargai semua pihak warga sekolah
5. Suasana lingkungan sekolah yang menyenangkan
6. Konsep disiplin dapat diterima semua pihak warga sekolah.

Peran aktif siswa dalam meningkatkan tata tertib merupakan jaminan bagi terselenggaranya proses belajar mengajar

D. Kerja Sama

Para wira usaha harus bisa hidup dengan tidak merugikan orang lain. Pada hakekatnya kekuatan manusia terletak pada kemampuan untuk bekerja sama dengan manusia lainnya

Dengan sikap dan sifat demikian, akan terbinalah saling membantu dan saling menolong serta bekerja sama :
1). Dengan keluarga sendiri
2). Dengan orang-orang yang sepropesi
3). Dengan masyarakat
4). Dengan pemerintah

Seorang siswa di lingkungan sekolah yang selalu melaksanakan kerja sama, mudah bergaul dan selalu disenangi semua pihak. Ia selalu berperilaku menyenangkan bagi semua orang yang ada di lingkungan sekolah, sehngga akan mudah bekerja sama dalam mencapai tujuan.

B. KESIMPULAN PENTINGNYA KOMTMEN TINGGI BAGI SEORANG WIRA USAHAWAN
1. Petingnya Komitmen Tinggi

Seorang wira usahawan yang memiliki komitmen tinggi di dalam usahanya, diharapkan :
a. Pantang menyerah terhadap keadaan atau situasi apapun.
b. Memiliki semangat dan tahan uji dari sebab tantangan penderitaan, baik lahir maupun batin.
c. Memiliki kesabaran dan ketabahan di dalam berusaha
d. Selalu bekerja, berjuang dan berkorban.

Seorang wira usahawan yang berkomitmen tinggi akan memiliki kemerdekaan batin. Kemerdekaan batin itu dtandai oleh adanya kesselarasan antara keinginan dan pandangan dalam diri sendiri.

Seorang wira usahawan yang berkomitmen tinggi di dalam berwira usaha setidak-tidaknya harus memiliki tujuh kekuatan yang dapat membangun kepribadan, yaitu :
a. Keyakinan yang kuat untuk maju di dalam berwira usaha
b. Kemauan keras untuk maju di dalam berwira usaha
c. Pemikiran yang konstruktif dan kreatif di dalam berwirausaha
d. Ketekunan dan keuletan di dalam berwirausaha
e. Kesabaran dan ketabahan di dalam berwirausaha
f. Ketahan fisik dan mental d dalam berwirausaha
g. Kejujuran dan tanggung jawab di dalam berwirausaha


Berikut ini ada beberapa komitmen tinggi yang harus di miliki seorang wirausahawan, yaitu :
a. Mengerti akan tujuan berwirausaha
b. Memiliki motivasi tnggi untuk mencapaii tujuan berwirausaha
c. Berkemauan keras untuk menyelesaikan tugas dan pekerjaannya di dalam berwrausaha
d. Bekerja dan berusaha dengan telti dan cermat di dalam berusaha.
e. Tidak suka menunda-nunda tugas dan pekerjaan di dalam berwirausaha.
f. Percaya kepada diri sendiri dalam menghadapi tugas dan pekerjaan di dalam berwirausaha
g. Selalu rajin tekun, ulet dan tabah dalam berwirausaha
h. Mampu mendayagunakan waktu sebaik-baiknya dalam berwirausaha

Berdasarkan penjelasan materi diatas akhrinya dapat diambil kesimpulan pentingnya komitmen tinggi bagi seorang wirausaha, yaitu :
a. Bisa mendapatkan hasil maksimal dengan sumber daya minimal
b. Dapat menggunakan sumber daya secara lebih efesien
c. Menerapkan dan meningkatkan serta memajukan perusahaannya.
d. Meningkatkan kesuksesan dalam berwirausaha
e. Menngkatkan rasa kepercayaan dalam berwira usaha
f. Meningkatkan etos semangat kerja bagi peribadinya dalam berwira usaha



2. Menerapkan komitmen tinggi

Seorang wirausahawan apabila memliki skap positif dan komtmen tinggi biasanya akan cepat maju didalam kegiatan usahanya. Sikap ini ialah sikap komitmen tinggi yang dijalankan seorang wirausahawan. Seorang wirausahawan selan memperhatikan hal – hal kecil yang diperlukan untuk mencapai tujuan dalam tim kerja yang efektif, seorang wira usaha selain sadar sekecil apapun tugasnya memiliki kontribusi yang berart bagi tercapainta suatu tujuan.

Orang yang percaya pada komitmennya sendiri, positif, optimis, dan melakukan pekerjaan dengan keyakinannya akan memperoleh keberhasilan sesuai dengan keinginannya.

Melaksanakan komitmen tinggi dengan konsekwen dan konsisten berarti menghindari upaya – upaya tertentu.

Komitmen tinggi yang di jalankan seorang wirausahawan harus diikuti oleh employed an involvemen. Kurangnya mengikutsertakan baik secara individu, kelompok maupun departemen atau bagian akan menmbulkan rasa kurang bertanggung jawab.

Komitmen tinggi yang diterapkan seorang wirausahawan harus di dukung oleh pihak – pihak terkait di perusahaan yang bersangkutan. Pentingnya komitmen tnggi dengan dukungan para karyawan perusahaan akan menngkatkan kesuksesan didalam berwirausaha.
Apa sebabnya ?. Sebabnya wirausaha tersebut dapat menerapkan dan melaksanakan :
a. tepat janji dan tepat waktu didalam bekerja
b. konssten terhadap tujuan ddalam berwirausaha
c. displin, keuletan dan bekerjasama didalam bekerja
d. sur tauladan kepada dirnya dan kepada karyawannya.

Anda harus berada d tempat dan waktu yang tepat. Kalau tidak anda tidak akan berhasil. Tanda orang maju, kaya dan berhasil yang umumnya orang lupa melihatnya, yatu motvasi mereka, daya penggerak diri, semangat dan kebutuhan mereka untuk mencapai tujuan.
(Wirausaha orientasi, konsepsi dan ikrar )

3. Membuat komitmen yang tnggi terhadap peluang perusahaan. Ini disebut perusahaan dan tingkah laku administrasi .sebaliknya perusahaan yang mempunyai Action, Orientation akan membuat klaim lebih dahulu terhadap pelanggan dan pegawai perusahaan ini disebut sebagai perusahaan yang memliki pola tingkah laku kewira usahaan.


4. Membuat komitmen tinggi terhadap sumberdaya.
Stevenson menjelaskan para wira usaha akan berusaha membuat omitmen tingg untuk mendapatkan hasil maksimal dengan sumberdaya minmal. Para pelaku ekonomi menyediakan lebih banyak sumber daya sesuai dengan kebutuhan untuk sebuah system perencanaan yang lebih konserpatif.

Seorang wira usahawan melakukan kegiatan usaha – usahanya dengan gaya yang smart ( cerdas, pintar dan bijak) bukan bergaya sepert mandor a bekerja prestatf, efektif dan efesien guna mencapai hasil usaha semaksimal mungkin. Pekerjaan pekerjaan besar bukanlah yang dlakukan oleh tarkan otot atau keterampilan jasmani melainkan oleh pengalaman, kekuatan watak dan keyakinan

2 komentar: